Belajar dari Abu Nawas dalam Berdoa yang begitu Romantis

Photo source: unsplash

Photo source: unsplash

Dengan bahasa apa kita berdoa? Jawaban utamanya adalah dengan bahasa hati. Karena apa yang keluar dari hati, pasti indah dan Tuhan menyukai keindahan. Sedangkan mengenai bahasa hati itu akan diterjemahkan dalam bentuk bahasa Arab, Indonesia, atau lainnya, bebas.

Kita bisa belajar dari Abu Nawas dalam berdoa, yang begitu romantis.

Wahai Tuhanku, hamba tak pantas menjadi penghuni surga.

Namun, hamba pun tak sanggup menjadi penghuni neraka.

Terimalah tobat-tobat hamba dan ampunilah dosa-dosa hamba.

Sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun atas segala dosa yang hamba perbuat.

Dosa-dosa hamba bagaikan tumpukan pasir.

Terimalah tobat hamba, wahai yang Mahamulia.

Sementara umur hamba kian hari kian berkurang.

Dan dosa hamba kian bertambah, bagaimana mungkin hamba mampu memikulnya.

Wahai Tuhanku, hamba-Mu yang penuh dosa ini, kini menghadap-Mu memohon ampunan.

Jika Engkau mengampuni, pantaslah karena Engkau Maha Pengampun.

Namun, jika Engkau menolak permohonan hamba, kepada siapa hamba berharap selain Engkau.


Sumber: Buku “Seni Merayu Tuhan”, Husein Ja’far Al-Hadar